Qiss.me - Go Nam Soon (Lee Jong Suk) remaja dari keluarga yang kemungkinan serba ketidak lebihan (tapi dirinya punya Hape hehe). Ia harus sekolah sambil bekerja. Delivery nih. Ketika ia mengantar pesanan ke suatu tempat les privat elit di kawasan Gangnam. Ia menonton seorang pengajar yang memberbagi buku rahasia padanya dengan cara cuma-cuma tapi ia menolak sebab menurutnya ia tidak membutuhkannya.
Pengajar les privat itu bernama Kang Se Chan (Choi Sertaiel) yang pada hari ini merupakan hari terbarunya mengajar privat. Peserta didiknya khawatir dengan nilai ujian yang bakal datang. Ia pun memberbagi buku andalannya, buku emas. Suatu buku catatan yang ia berbagi pada peserta didiknya dengan cara cuma-cuma.
Kang Joo yang tidak memperoleh tempat duduk di bis meletakan tas-nya di pangkuan Nam Soon yang tertidur hingga membikin pemuda itu terbangun.
Sebelum masuk lingkungan sekolah Nam Soon dicegat genk Jung Ho, ia dipalak. Tapi bahasa yang dipakai Jung Ho merupakan uang pinjaman. Nam Soon yang tidak mau berurusan panjang dengan Jung Ho memberbagi uang 5rb won-nya tapi ia minta uang kembalian 2rb won. Apa mereka bertiga memberbagi kembaliannya, pasti saja tidak. Dengan uang itu Jung Ho meminta kawannya membelikan rokok.
Jung Ho yang seolah menjadi penguasa di sekolah mengeluarkan rokok memperkenalkan pada Nam Soon. Tapi Nam Soon cuek. Jung Ho kembali mengingatkan kalau ia bukannya mengambil uang tapi meminjamnya. Tapi Nam Soon tahu kalau itu hanya ucapan bohong Jung Ho.
Ada berita kalau wali kelas 2 ada yang pensiun. Otomatis bakal ada wali kelas baru di kelas 2. Semacamnya mempensiunkan diri sebab tidak tahan dengan kelasnya hehe.
Awalnya Nam Soon tidak menemukan apapun tapi tangannya menyenggol rokok yang ditempelkan Jung Ho. Jung Ho terlihat marah. Bungkus rokok itu pun diantarkan ke depan Guru Uhm. Guru Uhm memperhatikan sepatu yang dikenakan Nam Soon. Ia memerintahkan kedua siswa ini untuk ikut dengannya.
Di ruang BP, Guru uhm memperlihatkan gambar mereka berdua yang tengah merokok. Jung Ho mengelak itu bukan dirinya serta Nam Soon. Tapi sepatu yang dikenakan Nam Soon sama persis dengan sepatu siswa yang ada di gambar. Guru Uhm pun menyuruh keduanya menulis pernyataan tapi Jung Ho merasa ia tidak butuh meperbuatnya sebab yang di gambar itu bukan dirinya. Bagaimana kalau ia menolak menulis, apa Guru Uhm bakal memukulnya.
Yi Kyung yang marah mencari tahu siapa yang melempar buku ke arahnya. Nam Soon langsung angkat tangan tersenyum. Nam Soon yang menghampiri Young Woo menanyakan apa Young Woo mempunyai tiket makan. Nam Soon pun menanyakan apa Yi Kyung mempunyai tiket makan. Yi Kyung yang marah bakal memukul tapi Jung Ho menahannya. Nam Soon mengambil bukunya serta menanyakan ke kawan lain apa mempunyai tiket makan.
Guru Jung kembali mengajar di kelasnya. Ketika ia menerangkan kembali Jung Ho membikin msumberah dengan tidur di kelas. Ia pun merintahkan Yi Kyung untuk membangunkan Jung Ho. Yi Kyung menolak, lebih baik Guru Jung bangunkan sendiri. Tapi kemudian nada suara Guru Jung berubah galak, Yi Kyung pun takut serta membangunkan Jung Ho. Jung Ho sendiri ogah-ogahan bangun.
Jung Ho berbuat ulah lagi, tapi hari ini bukan tidur. Ia tidak memperhatikan apa yang disampaikan Guru, ia malah memainkan handphonenya. Guru Jung menegur serta meminta Jung Ho memberbagi handphone itu padanya kini sebab berdasarkan tata tertib kalau ada siswa yang memakai handphone di dalam kelas ketika sedang belajar handphone itu bakal disita.
Jung Ho membela diri ia tidak memakai handphone hanya menontonnya saja. Tapi Guru Jung tetap meminta handphone itu serta bakal ia kembalikan seusai pembelajaran di kelas berakhir. Ia juga ingin bicara berdua dengan Jung Ho. Tapi Jung Ho menolak. Ia kembali memainkan handphonenya. Menonton itu, Guru Jung langsung merampas handphone Jung Ho.
Guru Jung yang berusaha menahan amarahnya menanyakan apa ibu Jung Ho tahu kalau anaknya bertingkah semacam ini di sekolah. Ia tidak dapat membiarkan ini berlarut-larut. Ia merebut handphone Jung Ho serta bakal menghubungi ibu Jung Ho. Faktor ini pasti saja membikin Jung Ho marah, ia memboikot tidak mau makan.
Menonton keributan ini, Lee Kang Joo meminta Min Ki terbuktigilkan Guru Uhm. Jung Ho terus menantang. Emosi Guru Jung memuncak atas sikap Jung Ho yang tidak tahu sopan santun. Ia menampar Jung Ho. Jung Ho pasti saja tidak terima ia bakal melawan memukul tapi Nam Soon luar biasanya.
Guru Jung memperkenalkan apa ada lagi yang ingin mengajukan diri. Kawan sebelah Ha Kyung tidak mau sebab menjadi ketua kelas sebab itu bakal merepotkan. Sebab tidak ada yang memperkenalkan diri Guru Jung pun menunjuk Ha Kyung sebagai wakil ketua kelas.
Guru Jung kemudian meminta siswa-siswanya untuk mengusulkan siapa yang ingin menjadi ketua kelas. Byun Ki Deok mengusulkan Kim Min Ki supaya menjabat kembali sebagai ketua kelas. Tapi kemudian terdengar sahutan candaan dari Kang Joo, apa Ki Deok tidak kasihan pada Min Ki yang telah terlihat terus tua sebab harus berurusan dengan kawan sekelas. Ia sendiri mengusulkan Ki Deok yang menjadi ketua kelas sebab menurutnya, Ki Deok itu butuh menjadi ketua kelas supaya dapat tumbuh menjadi dewasa. Kim Dong Seok mengusulkan Kang Joo menjadi ketua kelas.
Young Woo mengacungkan tangan ia mengusulkan Goo Nam Soon menjadi ketua kelas. Kawan sekelas terdiam heran, Nam Soon sendiri juga terkejut.
Kawan di sebelah Ha Kyung berbisik pada kawannya supaya memberbagi suara untuk Nam Soon supaya Ha Kyung menderita (kelelahan) Kye Na Ri malah bertanya-tanya menurut kawannya siapa yang bakal menang diantara Nam Soon serta Jung Ho.
Guru Jung memerintahkan nama-nama uang diusulkan tadi untuk berdiri di depan. Kim Min Ki, Byun Ki Deok, Lee Kang Joo, serta Go Nam Soon. Keempatnya ke depan. Guru Jung ingin keempatnya mengatakan sesuatu (kampanye gitu buat nyari dukungan suara haha)
“Aku mengundurkan diri!” sahut Kang Joo.
“Aku juga!” kata Nam Soon.
“Me too,” ujar Ki Deok.
Guru Jung menatap Min Ki, “Apa kau juga mengundurkan diri?” Min Ki cuma senyum-senyum aja. Guru Jung pun memutuskan supaya semuanya mengundurkan diri saja serta tidak usah memilih ketua kelas. Keempatnya langsung menunduk diam.
Wakasek menyerahkan pada kepala sekolah hasil evaluasi tingkatan sekolah serta SMA Seungri untuk bulan juni berada diurutan 10 dari bawah (haha). Ibu KepSek pasti saja tidak bahagia. Apalagi ada siswa dari kelas 2 yang bermsumberah mulai dari bolos sekolah, merokok dll. Ia pun meminta supaya siswa yang bermsumberah ini harus mengikuti kelas tambahan. Sertaa untuk kelas tambahan itu dapat mempergunakan sertaa dari komite yang semula dipakai untuk kebutuhan siswa berprestasi.
Kawannya bersorak, Min Ki bernafas lega sebab ia telah tidak berurusan lagi dengan kawan sekelasnya yang super duper tidak jarang membikin ulah. Guru Jung menyuruh ketua serta wakil ketua kelas supaya menemuinya di ruang guru pulang sekolah nanti. Ok, kini salah satu tugas Nam Soon merupakan memberi aba-aba pada kawannya untuk memberi salam pada guru, “Perhatian, beri hormat!” tapi Nam soon tetap ogah-ogahan hehe.
Ha Kyung memperoleh ucapan selamat sebab menjadi wakil ketua kelas. Ini semacamnya bukan ucapan selamat yang tulus tapi ucapan selamat yang.... apa ya kesannya, syukurin gitu (syukurin loe sehingga wakil ketua kelas sebab ketua kelasnya Nam Soon, pasti Loe yang capek n ga dapat belajar, haha kayaknya gitu ya) Tapi Ha Kyung cuek aja tuh mendengar ucapan selamat dari kawan-kawannya.
Guru Kang kesal dengan kata ‘beruntung’ sebab ia menilai ini bukanlah keberuntungan. Guru Kang ingin tahu siapa saja yang mengajar Bahasa Korea disana (kalau disini siapa guru bahasa indonesia-nya) kawannya mengatakan kalau ada berbagai guru bahasa Korea disana tapi mereka belum sangatlah ahli. Kalau Guru Kang dapat menaikkan nilai siswa di sekolah ini Guru Kang bakal memulihkan posisi. Guru Kang menilai kalau hanya dengan bakat nilai mereka dapat menjadi lebih baik.
Siswa kelas 2.2 keluar bakal mengikuti pembelajaran di kelas lain. Nam Soon menonton Young Woo tidak ikut keluar hanya duduk di kursi. Nyatanya Young Woo tetap sibuk memselesaikan perlengkapan alat tulisnya. Nam Soon menolong memselesaikannya. Cocok saat itu Oh Jung Ho datang ke kelas. Nam Soon mengatakan pesan Guru Jung yang meminta Jung Ho menemui Guru Jung. Tapi Jung Ho cuek, tidak peduli.
Nam Soon pun menyuruh Jung Ho untuk segera menyusul kawan yang lain ke kelas musik. Jung Ho kesal sebab Nam Soon terus memerintahnya, “Apa kau berkuasa sebab kini kau ketua kelas?” Nam Soon mengajak Young Woo pergi bersamanya.
Jung Ho yang tidak tahu marahnya sama siapa malah mencengkeram baju Young Woo. “Apa kau punya uang? Aku harus membayar denda telat hari ini serta lupa membawa dompetku lagi.” (hmm.. Jung Ho ini kegemarannya nyari msumberah. Kalau emang ga mau bayar ya udah ga usah. Kok minta sana sini)
Nam Soon yang tahu kalau Young Woo ketakutan luar biasanya supaya segera ke kelas musik. Jung Ho menatap Nam Soon dengan tatapan menantang, “Kenapa? Apa kau yang bakal membayar denda telatku?” Nam Soon menyahut kalau itu tidak mungkin. Jung Ho mengatakan alasan kenapa ia memilih Nam Soon menjadi ketua kelas. Itu supaya Nam Soon dapat membayar biaya denda telatnya.
Kini giliran Guru Kang yang kaget sebab dianggap sebagai wali murid. Ia menonton papan nama Guru Jung, guru Bahasa Korea. “Apa kau tidak tahu siapa aku?”
Guru Jung bengong, “Terbuktinya kau ayahnya siapa?” hahaha
Prang... Tiba-tiba ada kursi terbang yang meluncur ke bawah, jatuh dari lantai atas serta memecahkan kaca jendela. Kursi serta pecahan kaca cocok jatuh di depan semua orang. Jelas semuanya tercengang kaget bukan main.
Semuanya melongok ke atas, Guru Uhm serta wakasek langsung lari menuju kelas. Nam Soon melongokkan kepalanya ke bawah. Guru Jung terkejut menonton muridnya. Ia pun segera lari menyusul Guru Uhm serta wakasek ke lantai atas. Wali murid membawa kembali putra putri mereka. Mereka tidak mau menyekolahkan putra putrinya di sekolah yang gurunya tidak dapat mendidik siswa.
Ketiga guru masuk ke kelas 2-2. Disana hanya ada Nam Soon. Guru Uhm murka. Nam Soon terdiam menatap ketiga guru yang ada di depannya.

0 Orang Menanggapi Artikel "Sinopsis Drama Korea School 2013 Episode 1"
Post a Comment